Kamis, 19 November 2009

Keterbelakangan Mental

Keterbelakangan Mental

Yaitu suatu keadaan yang ditandai dengan fungsi kecerdasan umum yang berada dibawah rata-rata disertai dengan berkurangnya kemampuan untuk menyesuaikan diri (berpelilaku adaptif), yang mulai timbul sebelum usia 18 tahun.

Orang-orang yang secara mental mengalami keterbelakangan, memiliki perkembangan kecerdasan (intelektual) yang lebih rendah dan mengalami kesulitan dalam proses belajar serta adaptasi sosial.

Penyebab

Secara kasar, penyebab RM dibagi menjadi beberapa kelompok:

  1. Trauma (sebelum dan sesudah lahir)
    - Perdarahan intrakranial sebelum atau sesudah lahir
    - Cedera hipoksia (kekurangan oksigen), sebelum, selama atau sesudah lahir
    - Cedera kepala yang berat

2. Infeksi (bawaan dan sesudah lahir)
- Rubella kongenitalis
- Meningitis
- Infeksi sitomegalovirus bawaan
- Ensefalitis
- Toksoplasmosis kongenitalis
- Listeriosis
- Infeksi HIV

  1. Kelainan kromosom
    - Kesalahan pada jumlah kromosom (Sindroma Down)
    - Defek pada kromosom (sindroma X yang rapuh, sindroma Angelman, sindroma Prader-Willi)
    - Translokasi kromosom dan sindroma cri du chat
  2. Kelainan genetik dan kelainan metabolik yang diturunkan
    - Galaktosemia
    - Penyakit Tay-Sachs
    - Fenilketonuria
    - Sindroma Hunter
    - Sindroma Hurler
    - Sindroma Sanfilippo
    - Leukodistrofi metakromatik
    - Adrenoleukodistrofi
    - Sindroma Lesch-Nyhan
    - Sindroma Rett
    - Sklerosis tuberosa
  3. Metabolik
    - Sindroma Reye
    - Dehidrasi hipernatremik
    - Hipotiroid kongenital
    - Hipoglikemia (diabetes melitus yang tidak terkontrol dengan baik)
  4. Keracunan
    - Pemakaian alkohol, kokain, amfetamin dan obat lainnya pada ibu hamil
    - Keracunan metilmerkuri
    - Keracunan timah hitam
  5. Gizi
    - Kwashiorkor
    - Marasmus
    - Malnutrisi
  6. Lingkungan
    - Kemiskinan
    - Status ekonomi rendah
    - Sindroma deprivasi.

GEJALA
Tingkatan Retardasi Mental

Tingkat

Kisaran IQ

Kemampuan Usia Prasekolah
(sejak lahir-5 tahun)

Kemampuan Usia Sekolah
(6-20 tahun)

Kemampuan Masa Dewasa
(21 tahun keatas)

Ringan

52-68

· Bisa membangun kemampuan sosial & komunikasi

· Koordinasi otot sedikit terganggu

· Seringkali tidak terdiagnosis

· Bisa mempelajari pelajaran kelas 6 pada akhir usia belasan tahun

· Bisa dibimbing ke arah pergaulan sosial

· Bisa dididik

Biasanya bisa mencapai kemampuan kerja & bersosialisasi yg cukup, tetapi ketika mengalami stres sosial ataupun ekonomi, memerlukan bantuan

Moderat

36-51

· Bisa berbicara & belajar berkomunikasi

· Kesadaran sosial kurang

· Koordinasi otot cukup

· Bisa mempelajari beberapa kemampuan sosial & pekerjaan

· Bisa belajar bepergian sendiri di tempat-tempat yg dikenalnya dengan baik

· Bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dengan melakukan pekerjaan yg tidak terlatih atau semi terlatih dibawah pengawasan

· Memerlukan pengawasan & bimbingan ketika mengalami stres sosial maupun ekonomi yg ringan

Berat

20-35

· Bisa mengucapkan beberapa kata

· Mampu mempelajari kemampuan untuk menolong diri sendiri

· Tidak memiliki kemampuan ekspresif atau hanya sedikit

· Koordinasi otot jelek

· Bisa berbicara atau belajar berkomunikasi

· Bisa mempelajari kebiasaan hidup sehat yg sederhana

· Bisa memelihara diri sendiri dibawah pengawasan

· Dapat melakukan beberapa kemampuan perlindungan diri dalam lingkungan yg terkendali

Sangat berat

19 atau kurang

· Sangat terbelakang

· Koordinasi ototnya sedikit sekali

· Mungkin memerlukan perawatan khusus

· Memiliki beberapa koordinasi otot

· Kemungkinan tidak dapat berjalan atau berbicara

· Memiliki beberapa koordinasi otot & berbicara

· Bisa merawat diri tetapi sangat terbatas

· Memerlukan perawatan khusus

Anak dengan MR ringan (IQ 52-68) bisa mencapai kemampuan membaca sampai kelas 4-6. Meskipun memiliki kesulitan membaca, tetapi mereka dapat mempelajari kemampuan pendidikan dasaar yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka memerlukan pengawasan dan bimbingan serta pendidikan dan pelatihan khusus. Biasanya tidak ditemukan kelainan fisik, tapi mereka bisa menderita epilepsi. Mereka seringkali tidak dewasa dan kapasitas perkembangan sosialnya kurang.

Mereka mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru dan mungkin memliki penilaian yang buruk. Mereka jarang melakukan penyerangan yang serius, tapi bisa melakukan kejahatan kompulsif.

Anak-anak dengan RM moderat (IQ 36-51) jelas mengalami kelambatan dalam belajar berbicara dan keterlambatan dalam mencapai tingkat perkembangan lainnya (misalnya duduk dan berbicara). Dengan latihan dan dukungan dari lingkungannya, mereka dapat hidup dengan tingkat kemandirian tertentu.

Anak-anak dengan RM berat (IQ 20-35) dapat dilatih meskipun agak lebih susah dibandingkan RM moderat.

Anak-anak dengan RM sangat berat (IQ 19 atau kurang) biasanya tidak dapat belajar, berjalan, berbicara, atau memahami.

Angka harapan hidup untuk anak-anak dengan RM mungkin lebih pendek, tergantung kepada penyebab dan beratnya RM. Biasanya, semakin berat RMnya maka semakin kecil angka harapan hidupnya.

Pengobatan

Tujuan pengobatan yang utama adalah mengembangkan potensi anak semaksimal mungkin. Sedini mungkin diberikan pendidikan dan pelatihan khusus, yang meliputi pendidikan dan pelatihan kemampuan sosial untuk membantu anak berfungsi senormal mungkin. Pendekatan perilaku sangat penting dalam memahami dan bekerja sama denagn anak RM.

Pencegahan

Konsultasi genetik akan memberikan pengetahuan dan pengertian kepada orang tua dari anak RM mengenai penyebab terjadinya RM. Vaksinasi MMR secara dramatis telah menurunkan angka kejadian rubella (campak Jerman) sebagai salah satu pencegahan RM.

Amniosentesis dan contoh vili korion merupakan pemeriksaan diagnostik yang dapat menemukan sejumlah kelainan, termasuk kelainan genetik dan korda spinalis atau kelainan otak pada janin. Setiap wanita hamil yang berumur lebih dari 35 tahun dianjurkan untuk menjalani amniosentesis dan pemeriksaan vili korion, karena mereka memiliki resiko melahirkan bayi yang menderita sindroma Down. USG juga dapat membantu menemukan adanya kelainan otak. Untuk mendeteksi sindroma Down dan spina bifida juga bisa dilakukan pengukuran kadar alfa-protein serum. Diagnosis RM yang ditegakkan sebelum bayi lahir, akan memberikan pilihan aborsi atau keluarga berencana kepada orang tua.

Tindakan pencegahan lainnya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya RM:

1. Genetik

Penyaringan prenatal (sebelum lahir) untuk kelainan genetik dan konsultasi genetik untuk keluarga-keluarga yang memiliki resiko dapat mengurangi angka kejadian RM yang penyebabnya adalah faktor genetik.

2. Sosial

Program sosial pemerintah untuk memberantas kemiskinan dan menyelenggarakan pendidikan yang baik dapat mengurangi angka kejadian RM ringan akibat kemiskinan dan status ekonomi yang rendah.

3. Keracunan

Program lingkungan untuk mengurangi timah hitam dan merkuri serta racun lainnya akan mengurangi RM akibat keracunan. Meningkatkan kesadaran masyarakat akan efek dari pemakaian alkohol dan obat-obatan selama kehamilan dapat mengurangi angka kejadian RM.

4. Infeksi

Pencegahan rubella kongenitalis merupakan contoh yang baik dari program yang berhasil untuk mencegah salah satu bentuk RM. Kewaspadaan yang konstan (misal yang berhubungan denagn kucing, toksoplasmosis, dan kehamilan), membantu mengurangi RM akibat toksoplasmosis.

2 komentar: