Minggu, 25 April 2010

Autisme dan Epilepsi

Penyandang Autisme memiliki resiko lebih besar untuk mengalami epilepsi dibanding anak yang tidak. Sebanyak 46% anak autis juga mengalami epilepsi. Sedangkan resiko pada anak yang bukan autisme adalah 1-2%. Sebaliknya anak yang mengalami epiliepsi tertentu sering diikuti gejala autisme. Demikian dikemukakan oleh Dr Hardiono D Pusponegoro, Spa(K) saat seminar “Epilepsi pada Remaja Autistik” di Graha Sucofindo, Sabtu (17/4). Penyebab eratnya hubungan antara autisme dengan epilepsi, ada kaitan antara gangguan otak pada autisme. Kejang pertsms paling sering terjadi pada umur 3-7 tahun. Mereka lebih sering mengalami gangguan motorik, keterlambatan perkembangan dan ganguan perilaku. Pada anak remaja, pengaruh faktor hormon menyebabkan pengobatan epilepsi menjadi lebih sulit. Remaja wanita dengan epilepsi sering memerluakn penambahan dosis obat saat menstruasi. Selain itu, anak remaja dapat terpengaruh berbagai stigma mengenai epilepsi dan menunjukkan kualitas kehidupan yang kurang. Kejang adalah perubahan sementara dan tidak terkontrol dari kesadaran, perilaku, aktifitas motorik, sensasi, atau fungsi otonom. Disebabkan oleh aktifitas listrik sel saraf otak yang berlebihan. Kejang yang berlangsung lebih dari 15 menit dianggap sebagai kejang lama, sedangkan kejang yang berlangsung lebih dari 30 menit disebut sebagai status epiliptikus. “Kejang sebentar tidak menyebabkan kerusakan otak. Tapi, kejang yang leboh dari 15 menit dan status epiliptikus dapat menyebabkan kerusakan otak yang menetap,” ujarnya.

Dia menambahkan, kejang demam adalah kejang yang terjadi pada saat anak demam, pada anak berusia 6 bulan sampai 6 tahun. Kejang demam yang terjadi pada 2-5% anak. Kejang demam berlangsung sebentar (kurang dari 15 menit), kejangnya umum, dan tidak berulang dalam satu hari. Kejang demam bukan merupakan epilepsi, biasanya tidak menimbulkan bahaya apa pun, dan tidak berhubungan dengan autisme. “Kejang demam biasanya akan hilang sendiri. Tidak pernah ada ceritanya lidah putus gara-gara kejang. Yang ada jari ibunya berdarah-darah dan hampir putus gara-gara jari ibunya dimasukkan ke mulut anaknya, ” kata Dr Hardiono. Justru yang diwaspadai, jika seseorang anak mengalami kejang tanpa demam. Jika kejang itu untuk pertama kalinya disebut sebagai kejang spontan (first unprovokked seizure). Kadang sulit untuk menentukan apakah kejang pertama ini benar merupakan suatu kejang atau disebabkan oleh hal—hal lain yang mirip kejang. Serangan kejang tanpa sebab sebanyak satu kali belum disebut sebagai epilepsi. Tapi jika sudah mengalami 2x kejang tanpa sebab, baru disebut epilepsi. Suatu penelitian melaporkan bahwa anak yang mengalami first unprovokked seizure tahun pertama kehidupan mempunyai resiko yang lebih besar untuk mengalami autisme di kemudian hari. Epilepsi dapat terlihat sebagai bangkitan kejang umum seluruh tubuh, atau bangkitan kejang parsial satu sisa tubuh saja. Jika seorang anak telah mengalami kejang tanpa sebab 2x atau lebih, dokter akan melakukna pemeriksaan electroencepalography (EEG) untuk mengetahui aktifitas sel saraf otak. Untuk kejang spontan, belum memerluka pengobagtan, kecuali jika kejang pertama itu merupakan hal yang berbahaya, misalnya kejang lama dan status epiliptikus

Warta kota, 25 April 2010

Bgaimana Remaja Autis JAtuh Cinta

Jatuh cinta milik semua orang, anak autis pun mengalaminya. Hanya saja terdapat perbedaan dalam cara mengekspresikan, tapi secara keseluruhan hampir sama. Ratna Gurning (42) menceritakan anaknya, Zepha (14), yang didiagnosis autis sejak umur 3 tahun 2 bulan. Seperti remaja lainnya, Zepha juga mengalami perubahan fisik seperti perubahan suara, berjerawat, tumbuh bulu di sekujur tubuh, maupun kumis. Namun, secara mental, Zepha masih bertindak seperti anak-anak. Hal-hal pribadi seperti mandi atau buang air kecil masih tanpa malu-malu dilakukan tanpa menutup pintu atau tidak menjaga ruang pribadinya. Walaupun perkembangan sosialnya sempat tertinggal, namun Ratna melihat Zepha juga tertarik pada lawan jenisnya. Sikap yang dilakukan agak berbeda. Karena terlalu kentara tertarik pada lawan jenis, anak itu seringkali manjedi bahan olok-olokan teman-temannya. Sikap yang dilakukan Zepha antara lain mendekati secara langsung atau mengejar, berusaha berusaha mendekati secara agresif, selalu ingin dilihat oleh lawan jenisnya, memanggil-manggil setiap saat, keluar masuk kelas hanya untuk sekedar meirik ke kelas gadis yang ditaksirnya, dan mengecek posisi terakhir si gadis.

“Keluar masuk kelas untuk melihat gadis yang ditaksirya, kadang bisa sampai 10 kali. Mungkin remaja lain akan malu atau berusaha menutup-nutupi jika sedang tertarik pada lawan jenisnya. Tapi, Zepha tanpa malu-malu mendekati dan mengejuutkan si target,” kata Ratna saat Expo peduli autisme, Sabtu (17/4). Sebagai orang tua, Ratna beserta sang suami Noverm Gurning sepakat memberikan pengarahan dalam situasi seperti ini. Walaupun agak mengelikan, namun Ratna mengambil hikmah dari kejadian itu. “Di balik kejadian jatuh cinta, Zepha terjebak dalam kondisi harus bersoaialisasi dan berinstituasi. Kami melihatnya sebagai sesuatu yang menggembirakan, karena merupakan hal yang normal,” kata ibu rumah tangga yang pernah bekerja di bank swasta selama 10 tahun ini. Hal-hal yang perlu diutarakan kepada Zepha, menurut Ratna, antara lain dengam]n menjelaskan bahwa untuk melirik jangan terlalu agresif, tapi dari jauh saja. Begitu juga harus memperhatikan respons si gadis yang ditaksir. Juga bersikap tidak harus sama dengan gadis targetnya. Terpenting, peran ayah sangat vital untuk membesarkan hatinya. Terlebih ketika si gadis tidak menerima cinta Zepha.

Ratna beruntung suaminya mau berkomunikasi dengan Zepha untuk menghargai Zepha sebagai laki-laki dewasa pada umumnya. Pendekatan yang dilakukan juga dengan gaya komunikasi yang dewasa. Misalnya? “Iya, papa juga dulu naksir cewek waktu SMP, tapi papa lirik-lirik dari jauh saja,” kata Ratna memberikan contoh. Ketika Zepha harus menerima kenyataan bahwa gadis yang ditaksrinya tidak menerima cintanya, anak itu sudah mengendalikan perasaannya, dan bahkan sudah mencari gadis lain. Menurut Ita, peran sag ayah memang sangat besar untuk memberi perhatian pada remaja autis. Termasuk dalam hal jatuh cinta, juga mimpi basah, atau yang berkaitan dengan seksual remaja. Ini juga berlaku pada anak yang tidak memiliki kebutuhan khusus.

Warta kota, 25 April 2010

Minggu, 11 April 2010

ATRESIA BILIER

Atresia Bilier adalah suatu keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal.

Fungsi dari sistem empedu adalah membuang limbah metabolik dari hati dan mengangkut garam empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak di dalam usus halus.
Pada atresia bilier terjadi penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung empedu. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, yang jika tidak diobati bisa berakibat fatal.

PENYEBAB

Atresia bilier terjadi karena adanya perkembangan abnormal dari saluran empedu di dalam maupun diluar hati. Tetapi penyebab terjadinya gangguan perkembangan saluran empedu ini tidak diketahui.
Atresia bilier ditemukan pada 1 dari 15.000 kelahiran.

GEJALA

Gejala biasanya timbul dalam waktu 2 minggu setelah lahir, yaitu berupa:
- air kemih bayi berwarna gelap
- tinja berwarna pucat
- kulit berwarna kuning
- berat badan tidak bertambah atau penambahan berat badan berlangsung lambat
- hati membesar.

Pada saat usia bayi mencapai 2-3 bulan, akan timbul gejala berikut:
- gangguan pertumbuhan
- gatal-gatal
- rewel
- tekanan darah tinggi pada vena porta (pembuluh darah yang mengangkut darah dari lambung, usus dan limpa ke hati).

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksaan perut, hati teraba membesar.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:

· Pemeriksaan darah (terdapat peningkatan kadar bilirubin)

· USG perut

· Rontgen perut (tampak hati membesar)

· Kolangiogram

· Biopsi hati

· Laparotomi (biasanya dilakukan sebelum bayi berumur 2 bulan).

PENGOBATAN

Prosedur yang terbaik adalah mengganti saluran empedu yang mengalirkan empedu ke usus. Tetapi prosedur ini hanya mungkin dilakukan pada 5-10% penderita.

Untuk melompati atresia bilier dan langsung menghubungkan hati dengan usus halus, dilakukan pembedahan yang disebut prosedur Kasai.
Pembedahan akan berhasil jika dilakukan sebelum bayi berusia 8 minggu.
Biasanya pembedahan ini hanya merupakan pengobatan sementara dan pada akhirnya perlu dilakukan pencangkokan hati.

Patofisiologi

Tidak ada diketahui penyebab atresia bilier. Ada banyak teori tentang ethiopathogenesis seperti Reovirus 3 infeksi, kelainan bawaan, infeksi CMV bawaan, teori autoimun. Ini berarti bahwa etiologi dan patogenesis atresia bilier yang belum diketahui. Namun, ada penelitian yang luas mengenai patogenesis dan pengelolaan yang baik hati fibrosis progresif, yang ini bisa dibilang salah satu aspek yang paling penting dari pasien atresia bilier. Sebagai saluran empedu tidak dapat transportasi ke empedu, usus empedu disimpan di hati (dikenal sebagai stasis) dan hasil pada sirosis hati. Proliferasi dari ductules empedu kecil terjadi, dan fibroblast peribiliary menjadi aktif. Ini "reaktif" sel-sel epitel empedu di kolestasis, tidak seperti kondisi normal, memproduksi dan mengeluarkan berbagai sitokin seperti CCL-2 atau MCP-1 , tumor nekrosis faktor (TNF) , Interleukin-6 (IL-6) , TGF-beta , endotelin (ET) , dan oksida nitrat (NO) . Di antaranya, TGF-beta adalah sitokin profibrogenic paling penting yang dapat dilihat pada fibrosis hati di kolestasis kronis. Selama aktivasi epitel empedu kronis dan fibrosis progresif, pasien menderita akhirnya menunjukkan tanda-tanda dan gejala hipertensi portal (pendarahan varix esophagogastric, hypersplenism, sindrom hepatorenal (HRS), sindrom hepatopulmonary (HPS)). Dua yang terakhir sindrom pada dasarnya disebabkan oleh mediator sistemik yang menjaga tubuh dalam negara hiperdinamik. Ada tiga jenis utama atresia bilier extrahepatic: - Tipe I: atresia terbatas pada saluran empedu umum. Tipe II: atresia duktus hepatik umum. Tipe III: atresia duktus hepatika kanan dan kiri.. Anomali Associated termasuk, dalam kasus sekitar 20%, lesi jantung, polysplenia situs, inversus, v. kava hadir dan vena portal preduodenal.

ASPERGER

Sindrom Asperger ditandai dengan gangguan dari pembangunan , di mana individu yang terkena mengalami kesulitan memahami modalitas dari sociala.Oamenii interaksi dengan Asperger memiliki beberapa manifestasi dari autisme (konsentrasi yang abnormal pada diri, ditandai dengan gangguan komunikasi parah, kesulitan berkonsentrasi dan interaksi sosial), terutama keterampilan sosial yang lemah dan cenderung rutin. Namun, tidak seperti mereka yang autisme, anak-anak Asperger mulai bicara sekitar umur 2 tahun (usia saat pidato biasanya berkembang). Mereka dari tingkat kecerdasan normal atau di atas normal. Kedua penyakit termasuk kelompok penyakit yang disebut "Global Development Gangguan. Sebuah studi baru-baru ini dalam sebuah komunitas 76.000 orang di AS telah mendeteksi bahwa 3 in 1.000 anak dipengaruhi oleh sindrom Asperger.

Penyebab

Asperger cenderung ditularkan melalui genetika (penyakit ini cenderung ditemukan pada banyak anggota keluarga), meskipun para peneliti belum menemukan yang tepat gen bersalah. Banyak ahli percaya bahwa ada faktor-faktor lain yang berhubungan dengan lingkungan individu, yang dapat berperan dalam memproduksi penyakit, meskipun beberapa peneliti mempelajari faktor-faktor ini keterlaluan, termasuk vaksin , belum menemukan penyebab yang jelas.

Gejala

Ada beberapa gejala yang dapat diwujudkan Sindrom Asperger. Anak mungkin memiliki gejala yang beragam dan intensitas, dari ringan sampai parah dan juga dapat mempengaruhi beberapa atau beberapa dari mereka. Karena berbagai gejala, tidak ada dua anak-anak dengan Sindrom Asperger yang menampilkan sama.

Gejala selama masa kanak-kanak

Orangtua biasanya melihat gejala sindrom Asperger ketika anak mereka mulai pergi ke taman kanak-kanak dan berinteraksi dengan anak lain.

Anak-anak ini dipengaruhi oleh Sindrom Asperger dapat diwujudkan dalam cara:

a. Ketidakmampuan untuk belajar teknik interaksi sosial dan kurangnya keterampilan sosial bawaan, dan kemampuan untuk "membaca" bahasa tubuh , memulai dan mempertahankan percakapan dan berharap untuk mengubah bicara.

b. Tidak suka perubahan dalam rutinitas.

c. Kurangnya empati (kemampuan untuk mengenali dan melaporkan emosi orang lain).

d. Ketidakmampuan untuk mengenali perubahan halus dalam nada dan penekanan percakapan dengan pembicara mengubah makna cerita, sehingga anak tidak dapat mengerti lelucon atau komentar sinis akan dikenakan biaya sebagai seperti, juga, akan bebas nada, intonasi dan aksen dan dengan demikian akan sulit untuk memahami.

e. Mungkin memiliki secara resmi berbahasa yang terlalu maju dibandingkan dengan usianya.

f. Bisa menghindari ontuk melihat langsung ke mata orang lain.

g. Bisa mempunyai ekspresi dan khusus iten.

h. Mei khawatir hanya satu atau beberapa hal tentang banyak yang tahu, banyak anak dengan sindrom Asperger tampaknya terlalu tertarik dengan kegiatan yang tidak biasa seperti memecahkan teka-teki, merancang rumah, gambar adegan yang sangat rinci, atau penggemar astronomi.

i. Aku bisa bicara banyak, biasanya tentang topik favorit, sering bertemu monolog, pikiran pribadi sering externalized.

j. Ini mungkin memiliki perkembangan motorik penundaan, anak dapat belajar bagaimana menggunakan garpu berat dan linguritei, naik sepeda atau bagaimana menangkap bola, mungkin memiliki cara yang aneh berjalan dan tulisan tangan sering miskin.

k. Dapat sangat sensitif terhadap suara dan bereaksi berlebihan intensitas lampu tinggi, intens rasa dan tekstur unik.

l. Bisa mempunyai kapasitas penyimpanan dan keterampilan khusus yang dikembangkan dalam matematika, anak dapat menyimpan data, formula dan nomor dengan rincian mengenai luar biasa akurat.

Walaupun penyakit ini dalam banyak hal mirip dengan autisme, anak Asperger adalah, biasanya, normal untuk kemampuan bahasa yang maju dan intelek. Juga, mereka dengan sindrom Asperger, biasanya, sulit untuk mendapatkan teman dan untuk terlibat dalam kegiatan sosial.

Gejala pada masa remaja dan dewasa muda

Kebanyakan gejala bertahan selama masa remaja dan, walaupun pasien dapat mulai mempelajari keterampilan interaksi sosial, kesulitan dalam komunikasi tetap. Mungkin masih akan mengalami kesulitan memahami perilaku rombongan.

Remaja dengan Sindrom Asperger, dan remaja lain akan ingin membuat teman tapi mungkin merasa malu atau takut untuk mendekati orang-orang seusianya. Ini akan merasa berbeda. Karena remaja memberi nilai tinggi pada orang lain untuk menjadi dan terlihat "keren" untuk bergabung dengan upaya bisa membuat frustasi dan melelahkan secara emosional untuk remaja dengan sindrom Asperger. Mungkin belum matang dibandingkan dengan usia biologis mereka dan menjadi naif dan terlalu percaya, apa yang akan membuat mereka sasaran empuk untuk ejekan dan cicalire.Toate kesulitan-kesulitan ini dapat menyebabkan remaja dengan sindrom Aspernger menjadi terisolasi dan menarik diri dari sosial dan menderita depresi dan kecemasan .

Namun, beberapa remaja menderita Sindrom Asperger mampu menciptakan dan memelihara beberapa teman selama bertahun-tahun sekolah. Beberapa fitur klasik dari sindrom Asperger dapat beroperasi untuk kepentingan remaja. Remaja dengan Asperger biasanya tertarik pada aturan sosial dan menonton untuk beberapa kaidah berpikir konvensional, sehingga kreativitas dan mengembangkan pelacakan kepentingan asli dan tujuan. Kecenderungan mereka untuk menerima peraturan dan juga kejujuran karakteristik mereka, dapat membantu untuk unggul di sekolah dan di seluruh Civic.

Gejala Dewasa

Sindrom Asperger merupakan kondisi sekarang untuk hidup, meskipun cenderung stabil dari waktu ke waktu dan juga kadang-kadang perbaikan pemberitahuan. Orang dewasa biasanya gagal untuk mencapai pemahaman yang lebih baik dari kesalahan mereka dan kualitas. Apakah bisa memperoleh keterampilan sosial dan belajar bagaimana bereaksi dalam masyarakat, tergantung pada perilaku rombongan. Banyak orang dengan Asperger menikah dan punya anak.


Beberapa sifat yang khas sindrom Asperger, dan memori yang sangat baik dan konsentrasi, dapat meningkatkan peluang pendidikan universitas dan karier. Banyak orang dengan sindrom Asperger tampak tertarik dengan teknologi dan pilihan yang paling umum dalam pilihan karir adalah rekayasa. Namun, dalam karier akademik diragukan lagi salah satu di mana mereka unggul. Memang, tokoh-tokoh sejarah banyak mengalami gejala Asperger, termasuk Wolfgang Amadeus Mozart, Albert Einstein, Marie Curie dan Thomas Jefferson.

Pengobatan Umum

Tujuan pengobatan pada kasus sindrom Asperger, anak untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk berinteraksi dan menjadi begitu sukses di masyarakat dan mampu mempertahankan dirinya. Karena setiap pasien yang menderita Sindrom Asperger adalah unik dalam hal jumlah dan keparahan gejala, pengobatan harus untuk kebutuhan pasien individu dan sumber daya yang tersedia sesuai dengan keluarga. Pengobatan spesifik berdasarkan gejala.

or Memperoleh Layanan

Anda dapat memulai dengan menghubungi sekolah-sekolah, untuk belajar layanan apa saja yang tersedia untuk anak-anak. Fiecare copil are dreptul la educatie. Setiap anak berhak atas pendidikan. Hukum membutuhkan sekolah untuk memberikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak dengan wajar tanpa pengecualian, tahun anak-anak antara 3 dan 21.


Dapat mendiskusikan dengan staf sekolah untuk mendirikan program pendidikan individu dan tujuannya. Masing-masing program pendidikan dirancang untuk memenuhi kebutuhan anak, berdasarkan tingkat pembangunan.

Program Sekolah

Sekolah lebih lanjut akan dianalisis untuk menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan anak. Kriteria untuk pilihan sekolah:

a. Apakah bekerja dengan kelompok-kelompok kecil anak-anak dalam jumlah

b. Ada seorang spesialis komunikasi, pakar yang dapat membantu mengembangkan keterampilan sosial

c. Tidak ada kesempatan untuk berinteraksi sosial dalam bentuk terorganisir dan diawasi

d. Penekanan pada keterampilan memperoleh berguna dalam kehidupan nyata dan mendorong minat anak dan bakat istimewa

e. kurikulum Sekolah diinginkan individualisasi (kurikulum)

f. Ada panduan yang bisa memfokuskan pekerjaan mereka pada kenyamanan emosional anak dan yang mungkin mengaku sebagai link ke keluarganya

g. Ada antusiasme dan menghargai keanekaragaman dan kasih sayang bagi siswa di sana.

Ayah selalu harus diberi tahu tentang bagaimana hal-hal di sekolah. Dapat ditulis seperti buku harian, dimana orang tua dan guru mencatat pengamatannya tentang anak alternatif dipengaruhi oleh sindrom Asperger, dan dengan demikian dapat mencapai suatu penilaian yang cepat dan efisien tentang bagaimana anak berkembang.

Strategi pengobatan

Perawatan berfokus pada meningkatkan komunikasi, keterampilan sosial dan bagaimana tingkah laku anak . Programul de tratament poate fi ajustat frecvent, pentru a se optimiza strategiile de abordare a copilului. Perawatan program dapat disesuaikan sering untuk mengoptimalkan strategi untuk menangani anak.

Ini akan memaksa anak berkualitas dengan mendorong untuk menjelajahi bidang minat. Integrasi kelompok anak-anak ditujukan untuk kegiatan umum tertentu, dan nasihat yang ditargetkan dapat membantu. Anak-anak dengan Sindrom Asperger yang juga menderita penyakit lain seperti yang tercantum di atas, mungkin lebih berat bagi orang tua yang sudah mengalami kesulitan dengan anak dengan kebutuhan khusus. Penyakit ini mungkin memerlukan bantuan obat spesifik dan bentuk-bentuk terapi .

Profilaksis

Para peneliti belum menemukan cara untuk mencegah sindrom Asperger. Beberapa kelompok mengatakan -rubella-cacar air vaksin campak menyebabkan autisme dan sindrom AspergerTetapi banyak studi tidak dapat membuktikan hubungan antara penyakit dan vaksin yang disebutkan di atas. Imunisasi dianjurkan dokter anak sebagai tindakan preventif pelat yang membahayakan baik individu dan seluruh masyarakat untuk mengembangkan penyakit yang serius dan kadang-kadang bahkan kematian.

Pengobatan rawat jalan

Orangtua harus diberitahu tentang Asperger dan memiliki kewajiban untuk memberikan anak yang menyenangkan dan kasih sayang. Ayah perlu menyadari bahwa, seperti anak lain atau memiliki kualitas dan kesalahan dan membutuhkan dukungan, kesabaran dan pengertian sebanyak mungkin.


Komponen utama adalah orang tua mengenai penyakit autoeducarea anak dan mencari tahu tentang prospek masa depan, karena dengan begitu Anda dapat membantu dia menjadi seorang individu mandiri.
Juga, ayah dari dokter keluarga akan meminta nasihat, spesialis dan organisasi untuk pasien dengan sindrom Asperger.

Kenalkan fleksibilitas, kreativitas dan keinginan untuk terus-menerus belajar dari orang tua, jika anak terkena Asperger.

Strategi umum untuk Sukses

Anak-anak dengan Sindrom Asperger berikut manfaat dari rutinitas sehari-hari dalam hal makan, melakukan pekerjaan rumah dan waktu tetap untuk tidur. Dia juga suka aturan dan persyaratan yang ditetapkan, yang bagi mereka berarti kurang stres dan kebingungan. Banyak orang penderita sindrom Aspenger, berbuat lebih baik dengan gaya pengajaran verbal (paparan yaitu kata-kata, tanpa isyarat). Sebuah kontak langsung, ringkas dan tebing juga bermanfaat.

Orang dengan Sindrom Asperger seringkali mengalami kesulitan melihat sesuatu secara keseluruhan dan cenderung fokus pada item yang lebih kecil, komponen dari seluruh masalah. Asperger gaya pengajaran yang terbaik di mana elemen-elemen yang terpisah dari keseluruhan dan begitu, secara bertahap, anak akan melihat gambar keseluruhan (anak-anak terpengaruh memahami lebih baik ketika mereka diajarkan gambar pertama , maka unsur yang dipelajari secara terpisah). Mei bantuan dalam bentuk gambar dan tayangan, diagram dan ditulis material.

Harus mengetahui kebisingan latar belakang, dan jam berdetik atau berdengung neon, dapat sebagai mengganggu anak. Anak-anak yang mengidap jatuh tempo lebih lambat. Oleh karena itu seharusnya tidak memerlukan usia biologice. Perilaku tertentu akan mencoba untuk mengidentifikasi dan mencegah anak mengganggu faktor. Anak akan disiapkan untuk situasi sulit dan akan diajarkan bagaimana menangani.

Strategi untuk mengembangkan keterampilan sosial

Ada kemungkinan bahwa individu tidak memahami norma-norma sosial dan aturan-aturan yang anak-anak lain melihat mereka lebih alami. Ini akan memberikan penjelasan yang jelas mengapa mode perilaku tertentu yang diperlukan dan akan memerlukan aturan acestea.Se akan mendorong anak untuk melihat di mata rombongan, ketika berbicara kepadanya dan saya akan menjelaskan mengapa ini diperlukan. Dianjurkan untuk menawarkan hadiah kecil ketika anak menggunakan keterampilan sosial, terutama bila diminta.

Akan kegiatan seperti permainan atau sesi latihan diikuti oleh jawaban pertanyaan, karena bayi terpaksa menunggu sampai berbicara dan mendengarkan permainan ceilalti.Prin mengatakan bahwa mereka yang terlibat memainkan peran yang berbeda dan dengan mempelajari perilaku manusia lihat di film-film atau televisi, anak akan memahami perasaan celorlalti.Parintele akan mengajarkan anak Anda bagaimana mengenali dan bagaimana menanggapi situasi tertentu kerangka kerja sosial. Saya dapat memberikan bantuan yang, beberapa replika yang dapat memberi mereka dalam situasi-situasi tertentu, seperti ketika ia berkenalan dengan seseorang yang baru. Juga dengan memainkan karakter imajiner, anak-anak dapat diajari bagaimana berinteraksi.

Jika anak Anda cenderung kesepian dan akan memastikan anturaj.Copilul akan diajarkan konsep-konsep seperti tempat publik dan swasta, untuk memahami, jadi seperti apa yang melakukan untuk mengatasi situasi tertentu. Sebagai contoh, merangkul sekolah mungkin salah, tapi diizinkan pulang.

Strategi dalam hal pendidikan

Hal ini akan menggunakan sistem visual, seperti kalender, daftar dan catatan, untuk mencapai sebuah organisasi yang lebih baik dari kelas. Anak itu akan diarahkan untuk mengikuti program sekolah. Inainte de a incepe anul scolar va fi revizuit cu copilul programul zilnic. Sebelum memulai program tahun sekolah akan ditinjau dengan anak akan dilindungi oleh zilnic. Dapat berbicara dengan guru dan konselor sekolah, belajar tentang anak-anak lain tentang apa sindrom Asperger.

Lokasi ditunjukkan anak-anak dengan penyakit ini dan anak-anak yang memahami kebutuhan khusus yang dia butuhkan. Semua rekan-rekan bisa menjadi teman yang lebih simpatik dan saya adalah teman anak saat istirahat. Guru dan anak akan membutuhkan integrasi ke dalam kegiatan yang dapat membuat mereka untuk potensi maksimum, seperti membaca, menulis dan dikte kelas seni (misalnya lukisan).

Akan mencoba untuk mencapai PR tentang rutinitas harian dengan menetapkan jangka waktu tetap selama hari untuk kegiatan ini dan menggunakan lokasi yang sama (misalnya kantor pembibitan). Anda dapat menggunakan hadiah untuk memotivasi anak-anak. Aku mungkin diizinkan untuk menonton televisi atau bermain game komputer favorit ketika ia bersikap bine.Unii anak-anak dengan sindrom Asperger memiliki kesulitan dengan tulisan tangan. Hal ini dapat diatasi dengan menulis PR di komputer.

Gangguan Disintegeratif pada Anak-Anak

Dikenal juga sebagai sindroma Heller dan psikosis disintegratif, dijelaskan pertama kali pada tahun 1908. Prevalensi kejadian kira-kira 1 dari 100.000 anak laki-laki. Dikenal juga sebagai sindroma psikosis Dan Heller disintegratif, dijelaskan PADA Kali pertama Tahun 1908 prevalensi Kira. Kira-kejadian 1 USING 100,000 Anak laki-laki. Adapun kriteria diagnostik gangguan disintegratif masa anak-anak seperti dijelaskan dalam DSM-IV adalah sebagai berikut: Adapun kriteria Diagnostik gangguan disintegratif MASA Anak-anak seperti dijelaskan dalam DSM-IV adalah sebagai berikut:

Kriteria Diagnostik untuk Gangguan Disintegratif Masa Anak-Anak Kriteria Diagnostik Gangguan untuk Artikel Disintegratif Masa Anak-Anak

  1. Pertumbuhan yang tampaknya normal selama sekurangnya dua tahun pertama setelah lahir seperti yang ditunjukkan oleh adanya komunikasi verbal dan non verbal yang sesuai dengan usia, hubungan sosial, permainan dan perilaku adaptif. Pertumbuhan Yang tampaknya normal selama sekurangnya doa Tahun pertama lahir Penghasilan kena pajak seperti Yang ditunjukkan adanya KOMUNIKASI Oleh Dan Yang Sesuai non verbal Artikel Baru Metode aktuarial Proyeksi Kredit, sosial coal, permainan Dan adaptif therapy terapi.
  2. Kehilangan bermakna secara klinis keterampilan yang telah dicapai sebelumnya (sebelum usia 10 tahun) dalam sekurangnya bidang berikut: Kehilangan bermakna secara klinis keterampilan Yang telah dicapai sebelumnya (sebelum Metode aktuarial Proyeksi Kredit 10 Tahun) sekurangnya dalam bidang berikut:

1) Bahasa ekspresif atau reseptif 1) reseptif Bahasa ekspresif Danijel

2) Keterampilan sosial atau perilaku adaptif. 2) Keterampilan adaptif Danijel therapy terapi sosial.

3) Pengendalian usus atau kandung kemih. 3) Pengendalian USUS Danijel kandung kemih.

4) Bermain. 4) Bermain.

5) Keterampilan motorik. 5) Keterampilan motorik.

  1. Kelainan fungsi dalam sekurangnya dua bidang berikut: Kelainan dalam doa sekurangnya Fungsi bidang berikut:

1) Gangguan kualitatif dalam interaksi sosial (misalnya, gangguan dalam perilaku non verbal, gagal untuk mengembangkan hubungan teman sebaya, tidak ada timbal balik sosial atau emosiaonal). 1) interaksi sosial dalam Gangguan kualitatif (misalnya, untuk Artikel dalam mengembangkan gangguan therapy terapi non verbal, gagal coal Teman sebaya, tidak Ada timbal Balik emosiaonal Danijel sosial).

2) Gangguan kualitatif dalam komunikasi (misalnya, keterlambatan atau tidak adanya bahasa ucapan, ketidak mampuan untuk memulai atau mempertahankan suatu percakapan, pemakaian bahasa yang stereotipik dan berulang, tidak adanya berbagai permainan khayalan). 2) Gangguan kualitatif dalam KOMUNIKASI (misalnya, tidak adanya keterlambatan Danijel bahasa ucapan, ketidak mampuan untuk Artikel memulai mempertahankan suatu percakapan Danijel, pemakaian bahasa Yang berulang stereotipik dan, tidak adanya berbagai permainan khayalan).

3) Pola perilaku, minat, dan aktivitas yang terbatas, berulang dan stereotipik, termasuk stereotipik dan manerisme motorik. 3) Pola therapy terapi, minat, aktivitas Dan Yang terbatas, berulang stereotipik dan, termasuk Dan manerisme motorik stereotipik.

  1. Gangguan tidak diterangkan lebih baik oleh gangguan perkembangan pervasif spesifik lain atau oleh skizofrenia. Gangguan tidak diterangkan lebih Baik Oleh gangguan perkembangan pervasif spesifik berbaring Danijel Oleh skizofrenia.

Gangguan disintegratif MASA kanak-kanak, anak Yang rupanya eðlilegt mulai bertindak lebih muda (mundur) sesudah usia 3.

Pada kebanyakan anak, perkembangan fisik dan jiwa terjadi dengan cepat. Sering terjadi pada anak untuk mengalami langkah mundur; misalnya, seorang anak yang terlatih ke WC sekali-sekali mengompol. Pada kebanyakan anak, perkembangan fisik Dan jiwa terjadi dengan cepat. Sering terjadi pada anak untuk mengalami langkah mundur; misalnya, seorang anak Yang terlatih ke WC sekali-sekali mengompol. Gangguan masa kecil disintegratif, tetapi, adalah kekacauan serius yang langka dimana seorang anak dengan usia lebih dari3 berhenti berkembang sevcara normal dan mengalami kemunduran pada banyak fungsi di bawahnya, biasanya mengikuti sakitnya gawat, seperti infeksi otak dan susunan syaraf. Gangguan MASA kecil disintegratif, tetapi, adalah serius kekacauan Yang langka dimana seorang anak dengan usia lebih dari3 berhenti berkembang sevcara eðlilegt Dan mengalami kemunduran pada banyak fungsi di bawahnya, biasanya mengikuti sakitnya gawat, seperti infeksi otak Dan susunan syaraf.

Ciri anak dengan gangguan disintegratif masa kanak-kanak berkembang secara normal sam[ai usia 3 atau 4 tahun, mempelajari ketrampilan wicara, buang air dengan benar, dan memperlihatkan prilaku sosial yangs sesuai. Ciri anak dengan gangguan disintegratif MASA kanak-kanak berkembang secara eðlilegt Sam [ai usia 3 atau 4 tahun, mempelajari ketrampilan wicara, buang loft dengan benar, Dan memperlihatkan prilaku sosial yangs sesuai. Lalu, setelah beberapa minggu atau bulan anak cepat-marah dan murung, anak menjalani kemunduran nyata. Lalu, setelah beberapa minggu atau bulan anak cepat-marah Dan murung, anak menjalani kemunduran nyata. Dia mungkin kehilangan kemampuan berbahasa yang diperoleh dulunya, gerakan, atau ketrampilan sosial, dan dia mungkin tidak lagi mempunyai kontrol pada kandung kemih atau usus besarnya. Dia mungkin kehilangan kemampuan berbahasa Yang diperoleh dulunya, gerakan, atau ketrampilan sosial, Dan Dia mungkin tidak lagi mempunyai kontrol pada kandung kemih atau usus besarnya. Juga, anak mengalami kesukaran dengan interaksi sosial dan mulai melakukan kelakuan berulang mirip yang terjadi pada anak dengan penyakit autisme. Juga, anak mengalami kesukaran dengan interaksi sosial Dan mulai melakukan kelakuan berulang mirip Yang terjadi pada anak dengan penyakit autisme. Cukup sering anak lambat laun memburuk sampai derajat yang sangat terbelakang. Cukup sering anak lambat laun memburuk sampai derajat Yang sangat terbelakang. Seorang dokter membuat diagnosa berdasarkan gejala dan pencarian untuk akar gangguan. Seorang dokter membuat diagnosa berdasarkan gejala Dan pencarian untuk akar gangguan.

Gangguan disintegratif masa kanak-kanak tidak bisa diobati secara khusus atau disembuhkan, dan kebanyakan anak, khususnya dengan keterbelakangan yang parah, memerlukan perawatan seumur hidup. Gangguan disintegratif MASA kanak-kanak tidak bisa diobati secara khusus atau disembuhkan, Dan kebanyakan anak, khususnya dengan keterbelakangan Yang parah, memerlukan perawatan seumur hidup.

RETT

Sindrom Rett adalah gangguan perkembangan yang unik yang pertama kali diakui pada masa bayi dan terlihat hampir selalu pada anak perempuan, tetapi bisa jarang terlihat pada anak laki-laki.

Sindrom Rett telah paling sering salah didiagnosis sebagai autisme, cerebral palsy, atau spesifik keterlambatan perkembangan non-

Sindrom Rett disebabkan oleh mutasi pada kromosom X pada gen bernama MECP2. Ada lebih dari 200 mutasi yang berbeda ditemukan pada gen MECP2. Kebanyakan mutasi ini ditemukan dalam delapan berbeda "hot spot."

Sindrom Rett pemogokan semua kelompok ras dan etnis, dan terjadi di seluruh dunia pada 1 dari setiap 10.000 menjadi 23.000 Kelahiran perempuan.

Sindrom Rett adalah gangguan perkembangan. Ini bukan gangguan degeneratif.

Sindrom Rett menyebabkan masalah dalam fungsi otak yang bertanggung jawab untuk kognitif, sensorik, emosional, motor dan fungsi otonom. Ini dapat termasuk belajar, berbicara, sensasi indra, suasana hati, gerak, pernapasan, fungsi jantung, dan bahkan mengunyah, menelan, dan pencernaan.

Gejala sindrom Rett muncul setelah periode awal tampaknya normal atau dekat perkembangan normal hingga enam sampai delapan belas bulan kehidupan, ketika ada melambat atau stagnasi keterampilan. Sebuah periode regresi kemudian berikut ketika dia kehilangan keterampilan komunikasi dan penggunaan sengaja tangannya. Segera, gerakan tangan stereotip seperti mencuci tangan, gangguan gaya berjalan, dan memperlambat laju pertumbuhan kepala normal menjadi jelas. Masalah lain yang mungkin termasuk kejang dan tidak terorganisir bernapas pola sementara dia terjaga. Pada tahun-tahun awal, mungkin ada periode isolasi atau penarikan saat dia mudah tersinggung dan menangis terus-menerus. Seiring waktu, masalah motor bisa meningkat, namun secara umum, mengurangi iritasi dan kontak mata dan komunikasi meningkatkan.

Sindrom Rett dikonfirmasi dengan tes darah sederhana untuk mengidentifikasi mutasi MECP2. Namun, karena mutasi MECP2 juga terlihat pada gangguan lain, kehadiran MECP2 mutasi itu sendiri tidak cukup untuk diagnosis Diagnosis membutuhkan baik adanya mutasi (diagnosis molekul) atau pemenuhan kriteria diagnostik (diagnosis klinis, berdasarkan tanda-tanda dan gejala yang dapat Anda amati) atau keduanya.

Sindrom Rett dapat hadir dengan berbagai cacat mulai dari ringan sampai parah. Kursus dan keparahan sindrom Rett ditentukan oleh lokasi, jenis dan tingkat keparahan mutasi dan X-inaktivasi. Oleh karena itu, dua anak perempuan pada usia yang sama dengan mutasi yang sama dapat ditampilkan sangat berbeda.

Sindrom Rett menyajikan banyak tantangan, tetapi dengan cinta, terapi dan bantuan, orang-orang dengan sindrom dapat manfaat dari sekolah dan kegiatan masyarakat baik dalam usia menengah dan seterusnya. Mereka mengalami serangkaian penuh emosi dan menunjukkan kepribadian menarik mereka saat mereka mengambil bagian dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan rekreasi di rumah dan di masyarakat. \

Pada 1954, Dr Andreas Rett, seorang dokter anak di Wina, Austria, pertama melihat dua gadis saat mereka duduk di ruang tunggu dengan ibu mereka. Dia mengamati anak-anak ini membuat gerakan yang berulang-cuci tangan yang sama. Lalu, dia membandingkan sejarah klinis dan perkembangan mereka dan menemukan mereka sangat mirip.

Dr Rett diperiksa dengan perawat dan mengetahui bahwa ia telah enam gadis lain dengan perilaku serupa dalam prakteknya. Tentu, pikirnya, semua gadis-gadis harus memiliki gangguan yang sama. Tidak puas dengan mempelajari pasien sendiri, Dr Rett membuat film dari gadis-gadis dan melakukan perjalanan ke seluruh Eropa mencari anak-anak lain yang menderita gejala ini.

Sementara itu, pada tahun 1960, pasien wanita muda di Swedia dengan gejala yang mirip cukup tertangkap mata dari dokter mereka, Dr Bengt Hagberg. Dia mengumpulkan catatan gadis-gadis dan meletakkannya ke samping, bermaksud untuk kembali kepada mereka ketika ia lebih banyak waktu untuk penelitian ini fenomena aneh.

Kemudian, pada tahun 1966, Dr Rett diterbitkan beberapa temuan di jurnal medis Jerman, yang, bagaimanapun terkenal di bagian dunia, sedang membaca tidak mainstream untuk sebagian besar anggota masyarakat lainnya di dunia medis. Bahkan setelah Dr Rett menerbitkan deskripsi penyakit dalam bahasa Inggris pada tahun 1977, sindrom Rett tetap di backwaters perhatian medis: dunia pra-internet tidak memiliki jalan raya informasi elektronik dianggap biasa di abad ke-21.

Namun pada tahun 1983 artikel tentang sindrom Rett muncul di mainstream, jurnal bahasa Inggris, Ditulis oleh tak lain dari Dr Hagberg dan rekan-rekannya, laporan akhirnya mengangkat profil dari sindrom Rett dan meletakkannya di layar radar para penyelidik lebih banyak. Artikel ini adalah sebuah terobosan dalam berkomunikasi rincian penyakit ini kepada khalayak luas, dan peneliti perintis penulis dihormati dengan penamaan itu Syndrom Rett.

Sebagai peneliti terus chip jauh di kulit sekitarnya misteri sindrom Rett, peningkatan dana penelitian memastikan bahwa pekerjaan itu akan berlanjut. Sebuah tim ilmuwan dari Baylor University (Houston, TX) dan Stanford University (Palo Alto, CA), bekerja keras di laboratorium dan klinik mencoba untuk menentukan penyebab sindrom Rett.

Sebuah terobosan besar terjadi pada tahun 1999, ketika seorang rekan peneliti di Baylor bernama Ruthie Amir menemukan MECP2, gen itu, ketika bermutasi, menyebabkan sindrom Rett. Penemuan gen, yang terletak di situs Xq28 pada kromosom X adalah kemenangan untuk tim Baylor, dipimpin oleh Huda Y. Zoghbi, MD, seorang profesor di departemen pediatri, neurologi, ilmu syaraf, dan genetika molekuler manusia di Institut Medis Howeard Hughes.

Penemuan yang MECP2 adalah pada kromosom X membuktikan bahwa sindrom Rett adalah gangguan X-linked. Dan karena hanya satu dari dua kromosom X perlu memiliki mutasi agar ia menimbulkan kekacauan, ini adalah gangguan dominan juga. Kenyataan bahwa sindrom Rett adalah gangguan dominan X-linked juga membantu menjelaskan mengapa hal ini biasanya ditemukan hanya pada anak perempuan.

RETT

Sindrom Rett adalah gangguan perkembangan yang unik yang pertama kali diakui pada masa bayi dan terlihat hampir selalu pada anak perempuan, tetapi bisa jarang terlihat pada anak laki-laki.

Sindrom Rett telah paling sering salah didiagnosis sebagai autisme, cerebral palsy, atau spesifik keterlambatan perkembangan non-

Sindrom Rett disebabkan oleh mutasi pada kromosom X pada gen bernama MECP2. Ada lebih dari 200 mutasi yang berbeda ditemukan pada gen MECP2. Kebanyakan mutasi ini ditemukan dalam delapan berbeda "hot spot."

Sindrom Rett pemogokan semua kelompok ras dan etnis, dan terjadi di seluruh dunia pada 1 dari setiap 10.000 menjadi 23.000 Kelahiran perempuan.

Sindrom Rett adalah gangguan perkembangan. Ini bukan gangguan degeneratif.

Sindrom Rett menyebabkan masalah dalam fungsi otak yang bertanggung jawab untuk kognitif, sensorik, emosional, motor dan fungsi otonom. Ini dapat termasuk belajar, berbicara, sensasi indra, suasana hati, gerak, pernapasan, fungsi jantung, dan bahkan mengunyah, menelan, dan pencernaan.

Gejala sindrom Rett muncul setelah periode awal tampaknya normal atau dekat perkembangan normal hingga enam sampai delapan belas bulan kehidupan, ketika ada melambat atau stagnasi keterampilan. Sebuah periode regresi kemudian berikut ketika dia kehilangan keterampilan komunikasi dan penggunaan sengaja tangannya. Segera, gerakan tangan stereotip seperti mencuci tangan, gangguan gaya berjalan, dan memperlambat laju pertumbuhan kepala normal menjadi jelas. Masalah lain yang mungkin termasuk kejang dan tidak terorganisir bernapas pola sementara dia terjaga. Pada tahun-tahun awal, mungkin ada periode isolasi atau penarikan saat dia mudah tersinggung dan menangis terus-menerus. Seiring waktu, masalah motor bisa meningkat, namun secara umum, mengurangi iritasi dan kontak mata dan komunikasi meningkatkan.

Sindrom Rett dikonfirmasi dengan tes darah sederhana untuk mengidentifikasi mutasi MECP2. Namun, karena mutasi MECP2 juga terlihat pada gangguan lain, kehadiran MECP2 mutasi itu sendiri tidak cukup untuk diagnosis Diagnosis membutuhkan baik adanya mutasi (diagnosis molekul) atau pemenuhan kriteria diagnostik (diagnosis klinis, berdasarkan tanda-tanda dan gejala yang dapat Anda amati) atau keduanya.

Sindrom Rett dapat hadir dengan berbagai cacat mulai dari ringan sampai parah. Kursus dan keparahan sindrom Rett ditentukan oleh lokasi, jenis dan tingkat keparahan mutasi dan X-inaktivasi. Oleh karena itu, dua anak perempuan pada usia yang sama dengan mutasi yang sama dapat ditampilkan sangat berbeda.

Sindrom Rett menyajikan banyak tantangan, tetapi dengan cinta, terapi dan bantuan, orang-orang dengan sindrom dapat manfaat dari sekolah dan kegiatan masyarakat baik dalam usia menengah dan seterusnya. Mereka mengalami serangkaian penuh emosi dan menunjukkan kepribadian menarik mereka saat mereka mengambil bagian dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan rekreasi di rumah dan di masyarakat. \

Pada 1954, Dr Andreas Rett, seorang dokter anak di Wina, Austria, pertama melihat dua gadis saat mereka duduk di ruang tunggu dengan ibu mereka. Dia mengamati anak-anak ini membuat gerakan yang berulang-cuci tangan yang sama. Lalu, dia membandingkan sejarah klinis dan perkembangan mereka dan menemukan mereka sangat mirip.

Dr Rett diperiksa dengan perawat dan mengetahui bahwa ia telah enam gadis lain dengan perilaku serupa dalam prakteknya. Tentu, pikirnya, semua gadis-gadis harus memiliki gangguan yang sama. Tidak puas dengan mempelajari pasien sendiri, Dr Rett membuat film dari gadis-gadis dan melakukan perjalanan ke seluruh Eropa mencari anak-anak lain yang menderita gejala ini.

Sementara itu, pada tahun 1960, pasien wanita muda di Swedia dengan gejala yang mirip cukup tertangkap mata dari dokter mereka, Dr Bengt Hagberg. Dia mengumpulkan catatan gadis-gadis dan meletakkannya ke samping, bermaksud untuk kembali kepada mereka ketika ia lebih banyak waktu untuk penelitian ini fenomena aneh.

Kemudian, pada tahun 1966, Dr Rett diterbitkan beberapa temuan di jurnal medis Jerman, yang, bagaimanapun terkenal di bagian dunia, sedang membaca tidak mainstream untuk sebagian besar anggota masyarakat lainnya di dunia medis. Bahkan setelah Dr Rett menerbitkan deskripsi penyakit dalam bahasa Inggris pada tahun 1977, sindrom Rett tetap di backwaters perhatian medis: dunia pra-internet tidak memiliki jalan raya informasi elektronik dianggap biasa di abad ke-21.

Namun pada tahun 1983 artikel tentang sindrom Rett muncul di mainstream, jurnal bahasa Inggris, Ditulis oleh tak lain dari Dr Hagberg dan rekan-rekannya, laporan akhirnya mengangkat profil dari sindrom Rett dan meletakkannya di layar radar para penyelidik lebih banyak. Artikel ini adalah sebuah terobosan dalam berkomunikasi rincian penyakit ini kepada khalayak luas, dan peneliti perintis penulis dihormati dengan penamaan itu Syndrom Rett.

Sebagai peneliti terus chip jauh di kulit sekitarnya misteri sindrom Rett, peningkatan dana penelitian memastikan bahwa pekerjaan itu akan berlanjut. Sebuah tim ilmuwan dari Baylor University (Houston, TX) dan Stanford University (Palo Alto, CA), bekerja keras di laboratorium dan klinik mencoba untuk menentukan penyebab sindrom Rett.

Sebuah terobosan besar terjadi pada tahun 1999, ketika seorang rekan peneliti di Baylor bernama Ruthie Amir menemukan MECP2, gen itu, ketika bermutasi, menyebabkan sindrom Rett. Penemuan gen, yang terletak di situs Xq28 pada kromosom X adalah kemenangan untuk tim Baylor, dipimpin oleh Huda Y. Zoghbi, MD, seorang profesor di departemen pediatri, neurologi, ilmu syaraf, dan genetika molekuler manusia di Institut Medis Howeard Hughes.

Penemuan yang MECP2 adalah pada kromosom X membuktikan bahwa sindrom Rett adalah gangguan X-linked. Dan karena hanya satu dari dua kromosom X perlu memiliki mutasi agar ia menimbulkan kekacauan, ini adalah gangguan dominan juga. Kenyataan bahwa sindrom Rett adalah gangguan dominan X-linked juga membantu menjelaskan mengapa hal ini biasanya ditemukan hanya pada anak perempuan.

Minggu, 04 April 2010

Gangguan Belajar

DISKALKULIA

Menurut Jacinta F. Rini, M.Psi, dari Harmawan Consulting, Jakarta, diskalkulia dikenal juga dengan istilah "math difficulty" karena menyangkut gangguan pada kemampuan kalkulasi secara matematis. Kesulitan ini dapat ditinjau secara kuantitatif yang terbagi menjadi bentuk kesulitan berhitung (counting) dan mengkalkulasi (calculating). Anak yang bersangkutan akan menunjukkan kesulitan dalam memahami proses-proses matematis. Hal ini biasanya ditandai dengan munculnya kesulitan belajar dan mengerjakan tugas yang melibatkan angka ataupun simbol matematis.

CIRI-CIRI

Inilah beberapa hal yang bisa dijadikan pegangan:

1. Tingkat perkembangan bahasa dan kemampuan lainnya normal, malah seringkali mempunyai memori visual yang baik dalam merekam kata-kata tertulis.

2. Sulit melakukan hitungan matematis. Contoh sehari-harinya, ia sulit menghitung transaksi (belanja), termasuk menghitung kembalian uang. Seringkali anak tersebut jadi takut memegang uang, menghindari transaksi, atau apa pun kegiatan yang harus melibatkan uang.

3. Sulit melakukan proses-proses matematis, seperti menjumlah, mengurangi, membagi, mengali, dan sulit memahami konsep hitungan angka atau urutan.

4. Terkadang mengalami disorientasi, seperti disorientasi waktu dan arah. Si anak biasanya bingung saat ditanya jam berapa sekarang. Ia juga tidak mampu membaca dan memahami peta atau petunjuk arah.

5. Mengalami hambatan dalam menggunakan konsep abstrak tentang waktu. Misalnya, ia bingung dalam mengurut kejadian masa lalu atau masa mendatang.

6. Sering melakukan kesalahan ketika melakukan perhitungan angka-angka, seperti proses substitusi, mengulang terbalik, dan mengisi deret hitung serta deret ukur.

7. Mengalami hambatan dalam mempelajari musik, terutama karena sulit memahami notasi, urutan nada, dan sebagainya.

8. Bisa juga mengalami kesulitan dalam aktivitas olahraga karena bingung mengikuti aturan main yang berhubungan sistem skor.

FAKTOR PENYEBAB

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi gangguan ini, di antaranya:

1. Kelemahan pada proses penglihatan atau visual

Anak yang memiliki kelemahan ini kemungkinan besar akan mengalami diskalkulia. Ia juga berpotensi mengalami gangguan dalam mengeja dan menulis dengan tangan.

2. Bermasalah dalam hal mengurut informasi

Seorang anak yang mengalami kesulitan dalam mengurutkan dan mengorganisasikan informasi secara detail, umumnya juga akan sulit mengingat sebuah fakta, konsep ataupun formula untuk menyelesaikan kalkulasi matematis. Jika problem ini yang menjadi penyebabnya, maka anak cenderung mengalami hambatan pada aspek kemampuan lainnya, seperti membaca kode-kode dan mengeja, serta apa pun yang membutuhkan kemampuan mengingat kembali hal-hal detail.

3. Fobia matematika

Anak yang pernah mengalami trauma dengan pelajaran matematika bisa kehilangan rasa percaya dirinya. Jika hal ini tidak diatasi segera, ia akan mengalami kesulitan dengan semua hal yang mengandung unsur hitungan.

CARA PENANGGULANGAN

Diagnosa diskalkulia harus dilakukan oleh spesialis yang berkompeten di bidangnya berdasarkan serangkaian tes dan observasi yang valid dan terpercaya. Bentuk terapi atau treatment yang akan diberikan pun harus berdasarkan evaluasi terhadap kemampuan dan tingkat hambatan anak secara detail dan menyeluruh.

Bagaimanapun, kesulitan ini besar kemungkinan terkait dengan kesulitan dalam aspek-aspek lainnya, seperti disleksia. Perbedaan derajat hambatan akan membedakan tingkat treatment dan strategi yang diterapkan. Selain penanganan yang dilakukan ahli, orang tua pun disarankan melakukan beberapa latihan yang dapat mengurangi gangguan belajar, yaitu:

1. Cobalah memvisualisasikan konsep matematis yang sulit dimengerti, dengan menggunakan gambar ataupun cara lain untuk menjembatani langkah-langkah

atau urutan dari proses keseluruhannya.

2. Bisa juga dengan menyuarakan konsep matematis yang sulit dimengerti dan minta si anak mendengarkan secara cermat. Biasanya anak diskalkulia tidak mengalami kesulitan dalam memahami konsep secara verbal.

3. Tuangkan konsep matematis ataupun angka-angka secara tertulis di atas kertas agar anak mudah melihatnya dan tidak sekadar abstrak. Atau kalau perlu, tuliskan urutan angka-angka itu untuk membantu anak memahami konsep setiap angka sesuai dengan urutannya.

4. Tuangkan konsep-konsep matematis dalam praktek serta aktivitas sederhana sehari-hari. Misalnya, berapa sepatu yang harus dipakainya jika bepergian, berapa potong pakaian seragam sekolahnya dalam seminggu, berapa jumlah kursi makan yang diperlukan jika disesuaikan dengan anggota keluarga yang ada, dan sebagainya.

5. Sering-seringlah mendorong anak melatih ingatan secara kreatif, entah dengan cara menyanyikan angka-angka, atau cara lain yang mempermudah menampilkan ingatannya tentang angka.

6. Pujilah setiap keberhasilan, kemajuan atau bahkan usaha yang dilakukan oleh anak.

7. Lakukan proses asosiasi antara konsep yang sedang diajarkan dengan kehidupan nyata sehari-hari, sehingga anak mudah memahaminya.

8. Harus ada kerja sama terpadu antara guru dan orang tua untuk menentukan strategi belajar di kelas, memonitor perkembangan dan kesulitan anak, serta melakukan tindakan-tindakan yang perlu untuk memfasilitasi kemajuan anak. Misalnya, guru memberi saran tertentu pada orang tua dalam menentukan tugas di rumah, buku-buku bacaan, serta latihan yang disarankan.

DISGRAFIA

Kelainan neurologis ini menghambat kemampuan menulis yang meliputi hambatan secara fisik, seperti tidak dapat memegang pensil dengan mantap ataupun tulisan tangannya buruk. Anak dengan gangguan disgrafia sebetulnya mengalami kesulitan dalam mengharmonisasikan ingatan dengan penguasaan gerak ototnya secara otomatis saat menulis huruf dan angka.

Kesulitan dalam menulis biasanya menjadi problem utama dalam rangkaian gangguan belajar, terutama pada anak yang berada di tingkat SD. Kesulitan dalam menulis seringkali juga disalahpersepsikan sebagai kebodohan oleh orang tua dan guru. Akibatnya, anak yang bersangkutan frustrasi karena pada dasarnya ia ingin sekali mengekspresikan dan mentransfer pikiran dan pengetahuan yang sudah didapat ke dalam bentuk tulisan. Hanya saja ia memiliki hambatan.

Sebagai langkah awal dalam menghadapinya, orang tua harus paham bahwa disgrafia bukan disebabkan tingkat intelegensi yang rendah, kemalasan, asal-asalan menulis, dan tidak mau belajar. Gangguan ini juga bukan akibat kurangnya perhatian orang tua dan guru terhadap si anak, ataupun keterlambatan proses visual motoriknya.

CIRI-CIRI

Ada beberapa ciri khusus anak dengan gangguan ini. Di antaranya adalah:

1. Terdapat ketidakkonsistenan bentuk huruf dalam tulisannya.

2. Saat menulis, penggunaan huruf besar dan huruf kecil masih tercampur.

3. Ukuran dan bentuk huruf dalam tulisannya tidak proporsional.

4. Anak tampak harus berusaha keras saat mengkomunikasikan suatu ide, pengetahuan, atau pemahamannya lewat tulisan.

5. Sulit memegang bolpoin maupun pensil dengan mantap. Caranya memegang alat tulis seringkali terlalu dekat bahkan hampir menempel dengan kertas.

6. Berbicara pada diri sendiri ketika sedang menulis, atau malah terlalu memperhatikan tangan yang dipakai untuk menulis.

7. Cara menulis tidak konsisten, tidak mengikuti alur garis yang tepat dan proporsional.

8. Tetap mengalami kesulitan meskipun hanya diminta menyalin contoh tulisan yang sudah ada.

MEMBANTU ANAK DISGRAFIA

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu anak dengan gangguan ini. Di antaranya:

1. Pahami keadaan anak

Sebaiknya pihak orang tua, guru, atau pendamping memahami kesulitan dan keterbatasan yang dimiliki anak disgrafia. Berusahalah untuk tidak membandingkan anak seperti itu dengan anak-anak lainnya. Sikap itu hanya akan membuat kedua belah pihak, baik orang tua/guru maupun anak merasa frustrasi dan stres. Jika memungkinkan, berikan tugas-tugas menulis yang singkat saja. Atau bisa juga orang tua
meminta kebijakan dari pihak sekolah untuk memberikan tes kepada anak dengan gangguan ini secara lisan, bukan tulisan.

2. Menyajikan tulisan cetak

Berikan kesempatan dan kemungkinan kepada anak disgrafia untuk belajar menuangkan ide dan konsepnya dengan menggunakan komputer atau mesin tik. Ajari dia untuk menggunakan alat-alat agar dapat mengatasi hambatannya. Dengan menggunakan komputer, anak bisa memanfaatkan sarana korektor ejaan agar ia mengetahui kesalahannya.

3. Membangun rasa percaya diri anak

Berikan pujian wajar pada setiap usaha yang dilakukan anak. Jangan sekali-kali menyepelekan atau melecehkan karena hal itu akan membuatnya merasa rendah diri dan frustrasi. Kesabaran orang tua dan guru akan membuat anak tenang dan sabar terhadap dirinya dan terhadap usaha yang sedang dilakukannya.

4. Latih anak untuk terus menulis

Libatkan anak secara bertahap, pilih strategi yang sesuai dengan tingkat kesulitannya untuk mengerjakan tugas menulis. Berikan tugas yang menarik dan memang diminatinya, seperti menulis surat untuk teman, menulis pada selembar kartu pos, menulis pesan untuk orang tua, dan sebagainya. Hal ini akan meningkatkan kemampuan menulis anak disgrafia dan membantunya menuangkan konsep abstrak tentang huruf dan kata dalam bentuk tulisan konkret.

Bayangkan betapa menderitanya seorang anak jika ia tidak mampu untuk
mengemukakan atau mengkomunikasikan segala keinginannya atau ia tidak
mampu memusatkan perhatiannya untuk belajar. Kondisi ini akan membuat anak
mengalami kesulitan di dalam kelas dan mungkin tertinggal dalam satu
atau beberapa mata pelajaran tertentu. Tidak hanya anak yang merasa
tertekan, orang tuanyapun mungkin akan merasakan kebingungan atas problematika
yang ihadapi oleh sang anak.Proses belajar merupakan suatu proses yang berkesinambungan dalam
membentuk
sumber daya manusia yang tangguh. Sejak bayi dilahirkan, ia sudah
mulai
dengan proses belajarnya yang pertama yaitu, belajar untuk
menyesuaikan
diri dengan lingkungan dunia. Hal ini akan berjalan terus sampai anak
masuk
sekolah dan proses pembelajaran formal mulai diterapkan pada dirinya.
Pada
saat ini, seorang anak perlu dirangsang untuk mengembangkan rasa
cinta akan
belajar, kebiasaan-kebiasaan belajar yang baik dan rasa diri sebagai
pelajar yang sukses. Namun demikian, proses pembelajaran tidak selalu
berjalan mulus hanya dengan faktor di atas.
Kesulitan/Gangguan belajar ( Learning Disorders ) merupakan suatu
kesulitan/gangguan belajar pada anak dan remaja yang ditandai oleh
adanya
kesenjangan yang signifikan antara taraf intelengensi seorang anak
dengan
kemampuan akademik yang seharusnya sudah dapat dicapai oleh anak
seusianya.
Hal ini merupakan masalah, baik di sekolah maupun di rumah. Oleh
karena,
gangguan /kesulitan belajar yang tidak ditangani dengan baik akan
menimbulkan berbagai bentuk gangguan emosional/psikiatrik yang akan
berdampak lebih buruk lagi bagi perkembangan kualitas hidup anak di
kemudian hari. Dengan demikian kepekaan orang tua dan guru kelas
sangatlah
membantu dalam deteksi dini kesulitan belajar, sehingga anak dapat
memperoleh penanganan sedini dan seoptimal mungkin dari tenaga
professional
sebelum semuanya menjadi terlambat.

BERAPA SERING ANGKA KEJADIAN KESULITAN BELAJAR ?

Pada tahun 1997, dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat
dikatakan bahwa 1,8 % dari anak usia sekolah mengalami kesulitan
belajar,
dengan kesulitan membaca sebagai kesulitan belajar utama. 20 % dari
anak
yang di diagnosis kesulitan belajar tersebut dikatakan mengalami
defisit
neurologis yang bervariasi dari ringan sampai berat sehingga membuat
mereka
menjadi sulit untuk menulis dan membaca.
Di Indonesia pada tahun 1996 Pusbang Kurrandik ( Pusat Pengembangan
Kurikulum dan Sarana Pendidikan ) Balitbang Dikbud melakukan
penelitian
terhadap 4994 siswa sekolah dasar kelas I – VI di provinsi Jabar,
Lampung,
Kalbar dan Jatim, mendapatkan hasil bahwa 696 dari siswa SD( 13,94
% )
tersebut mengalami kesulitan belajar umum, dan 479 di antaranya
mengalami
kesulitan membaca ( disleksia ). Hal ini memberikan gambaran bahwa
kesulitan belajar di kalangan siswa SD perlu mendapat perhatian yang
serius
dari semua pihak, baik dari dunia pendidikan, medik, psikologik,
orang tua
dan pihak lainnya yang terkait, karena tahap sekolah dasar merupakan
tahap
preliminer dalam mencapai tahap pendidikan ke jenjang berikutnya.

APA TUJUAN DAN KEBUTUHAN PROSES BELAJAR ?

Proses belajar pada anak mempunyai beberapa tujuan, diantaranya
ialah ;
1.Untuk dapat maju ke fase perkembangan selanjutnya
2.Agar anak mempunyai keterampilan-keterampilan yang baru yang
berguna bagi
perkembangan dirinya
3.Agar anak dapat mengerti peranan sosial yang harus dijalankannya,
serta mampu mengerti peranan orang lain dalam konteks sosialnya.

Dengan demikian proses belajar merupakan suatu proses seumur hidup
yang
kompleks dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang seorang
anak.
Aspek perkembangan yang banyak berperan dalam dalam proses belajar
ialah
perkembangan kognitif.

Ada tiga faktor yang dibutuhkan dalam perkembangan kognitif /proses
belajar
yang optimal, yaitu
1.Kematangan dan keutuhan dari struktur organ-organ seseorang,
termasuk
otak, alat persepsi,sistim motorik, serta faktor genetik.
2. Stimulasi atau rangsangan yang optimal dan berkesinambungan dari
lingkungan. Sikap , respon dan dorongan dari orang tua sangatlah
berpengaruh dalam proses belajar seorang anak. Sikap menghargai
setiap rasa
keingintahuan anak merupakan awal dan dasar yang kuat bagi proses
belajar
sang anak selanjutnya. Di lain pihak, sekolah yang merupakan tempat
anak
menempa ilmu secara formal juga ikut berperan. Bangunan fisik
sekolah,
guru, relasi guru dengan anak, dan relasi anak dengan teman
sebayanya,
serta kurikulum yang dijalankan sekolah juga merupakan hal yang
krusial
dalam tercapainya perkembangan kognitif yang optimal
3. Peran aktif anak yang bersangkutan untuk mengolah setiap asupan
yang diterima dari lingkungannya. Dengan kata lain, motivasi dan
minat
belajar yang tinggi pada seorang anak akan mendorong dirinya menuju
ke arah
perkembangan kognitif yang baik.

Oleh karena itu, proses belajar tidak hanya dipengaruhi oleh faktor
yang
ada di dalam diri anak saja, tetapi juga oleh faktor-faktor eksternal
lainnya. Dengan demikian, adanya gangguan atau hambatan pada ke tiga
faktor
di atas dapat menimbulkan berbagai jenis kesulitan belajar pada anak.

BERBAGAI JENIS GANGGUAN FISIK DAN PSIKIATRIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN
TIMBULNYA KESULITAN BELAJAR PADA ANAK.

I. GANGGUAN FISIK
Gangguan dalam sistim saraf pusat/otak anak atau organ pendengaran
atau
organ penglihatan, misalnya oleh karena adanya infeksi baik langsung
maupun
tidak langsung pada otak, trauma pada otak, penyakit bawaan, gangguan
konduksi listrik ( epilepsi ), gangguan metabolic sistemik, dll.
Semua ini
dapat yang menyebabkan timbulnya disfungsi otak minimal, yang mungkin
bermanifestasi dalam berbagai bentuk gangguan psikiatrik, di
antaranya
ialah kesulitan belajar.

II. GANGGUAN PSIKIATRIK
o Retardasi Mental
Kondisi ini ditandai oleh tingkat kecerdasan anak yang berada di
bawah
rata-rata. Anak akan mengalami kesulitan dalam melaksanakan kegiatan
sehari-hari sebagaimana anak seusianya, seperti mengurus dirinya
sendiri,
melakukan pekerjaan rumah atau berinteraksi dengan lingkungannya.
o Gangguan Pemusatan Perhatian & Hiperaktivitas.
Ciri utama dari gangguan ini adalah kesulitan anak untuk memusatkan
perhatian-nya yang timbul pada lebih dari satu situasi, misalnya di
rumah,
di sekolah dan di dalam kendaraan, dll, dapat disertai atau tidak
disertai
dengan hiperaktivitas. Gangguan ini disebabkan oleh adanya kelainan
fungsi
inhibisi perilaku dan kontrol diri. Anak tidak mampu untuk
berkonsentrasi
pada satu pekerjaan tertentu, dan merencanakan tujuan dari pekerjaan
tersebut. Ia tidak mampu menyusun langkah-langkah dalam usaha untuk
mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia akan mengalami kesulitan
dalam
menyimak pelajaran yang diberikan gurunya, dan akhirnya ia tidak
mengerti
apa yang diterangkan oleh gurunya itu.
· Gangguan Tingkah Laku
Pada anak yang mengalami gangguan ini seringkali dikatakan sebagai
anak
nakal, sulit diatur, suka melawan, sering membolos dan berperilaku
antisosial, dll. Anak dengan Gangguan Tingkah Laku ini seringkali
mempunyai
prestasi akademik di bawah taraf yang diperkirakan. Kesulitan belajar
yang
terjadi dikarenakan anak sering membolos, malas, motivasi belajar
yang
kurang, kurang disiplin, dll.
o Gangguan Depresi
Seorang anak yang mengalami Gangguan Depresi akan menunjukkan gejala-
gejala
seperti,
o Perasaan sedih yang berkepanjangan
o Suka menyendiri
o Sering melamun di dalam kelas/di rumah
o Kurang nafsu makan atau makan berlebihan
o Sulit tidur atau tidur berlebihan
o Merasa lelah, lesu atau kurang bertenaga
o Merasa rendah diri
o Sulit konsentrasi dan sulit mengambil keputusan
o Merasa putus asa
o Gairah belajar berkurang
o Tidak ada inisiatif, hipo/hiperaktivitas
Anak dengan gejala-gejala depresi akan memperlihatkan kreativitas,
inisiatif dan motivasi belajar yang menurun, dengan demikian akan
menimbulkan kesulitan belajar sehingga membuat prestasi belajar anak
menurun hari demi hari.

JENIS KESULITAN BELAJAR

Kesulitan belajar bukanlah suatu diagnosis tunggal semata-mata,
melainkan
terdiri dari berbagai jenis gangguan dengan berbagai macam gejala,
penyebab, pengobatan dan perjalanan penyakit. Tidak semua problem
belajar
merupakan suatu kesulitan belajar. Ada anak yang menunjukkan
perkembangan
suatu keahlian tertentu lebih lambat daripada anak lain seusianya dan
sebaliknya, tetapi masih dalam batas kewajaran. Untuk menentukan
apakah
seorang anak mengalami kesulitan belajar tertentu atau tidak
digunakan
pedoman yang diambil dari Diagnostic & Statistical Manual of Mental
Disorders IV ( DSM - IV ).

Ada 2 kelompok besar kesulitan belajar, yaitu ;
1. Gangguan Perkembangan Wicara & Berbahasa
Problem wicara & bahasa seringkali merupakan indikator awal adanya
kesulitan belajar pada seorang anak. Gangguan berbahasa pada anak
usia
balita berupa keterlambatan komunikasi baik verbal ( berbicara )
maupun
non-verbal. Secara umum dapat dikatakan bahwa bila anak berusia 2
tahun
belum dapat mengatakan kalimat 2 kata yang berarti, maka anak
mengalami
keterlambatan perkembangan wicara-bahasa.
Anak dengan Gangguan Perkembangan Wicara & Bahasa dapat mengalami
kesulitan
untuk ;
· Memproduksi suara huruf/kata tertentu
· Menggunakan bahasa verbal/tutur dalam berkomunikasi, tetapi
pemahaman bahasanya baik. Orang tua sering kali berkata " anak saya
mengerti apa yang saya ucapkan, tetapi belum bias berbicara ".
· Memahami bahasa verbal yang dikemukakan oleh orang lain,
walaupun kemampuan pendengarannya baik. Anak hanya dapat meniru kata-
kata
tanpa mengerti artinya ( membeo ).
2. Gangguan Kemampuan Akademik ( Academic Skills Disorders )
Ada 3 jenis Gangguan Kemampuan Akademik ;
o Gangguan Membaca
Membaca merupakan dasar utama untuk memperoleh kemampuan belajar di
bidang
lainnya. Proses membaca ini merupakan suatu proses yang kompleks yang
melibatkan ke dua belahan otak. Persentasi dari Gangguan Membaca ini
dikatakan sebesar 2- 8 % dari anak usia sekolah. Anak yang mengalami
Gangguan Membaca menunjukkan adanya ;
i. Inakurasi dalam membaca, seperti ;
§ Membaca lambat, kata demi kata jika dibandingkan dengan anak
seusianya, intonasi suara turun naik tidak teratur
§ Sering terbalik dalam mengenali huruf dan kata, misalnya antara
kuda dengan daku, palu dengan lupa, huruf b dengan d, p dengan q, dll
§ Kacau terhadap kata yang hanya sedikit perbedaannya, misalnya bau
dengan buah, batu dengan buta, rusa dengan lusa, dll
§ Sering mengulangi dan menebak kata-kata atau frasa
ii. Pemahaman yang buruk dalam membaca, dalam arti anak tidak
mengerti
isi cerita/teks yang dibacanya.

o Gangguan Menulis Ekspresif
Kondis ini ditandai oleh ketidakmampuan anak untuk membuat suatu
komposisi
tulisan dalam bentuk teks, dan keadaan ini tidak sesuai dengan
tingkat
perkembangan anak seusianya. Gejala utamanya ialah adanya kesalahan
dalam
mengeja kata-kata, kesalahan tata bahasa, kesalahan tanda baca,
paragraf
dan tulisan tangan yang sangat buruk. Selain itu, mereka juga
mengalami
kemiskinan tema dalam karangannya.
· Gangguan Berhitung
Gangguan Berhitung merupakan suatu gangguan perkembangan kemampuan
aritmetika atau keterampilan matematika yang jelas mempengaruhi
pencapaian
prestasi akademikanya atau mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak.
Gejala
yang ditampilkan di antaranya ialah;
§ Kesulitan dalam mempelajari nama-nama angka
§ Kesulitan dalam mengikuti alur suatu hitungan
§ Kesulitan dengan pengertian konsep kombinasi dan separasi
§ Inakurasi dalam komputasi
§ Selalu membuat kesalahan hitungan yang sama
§ Dll

BAGAIMANA DETEKSI DINI KESULITAN BELAJAR ?

Tanda dari kesulitan belajar sangat bervariasi, tergantung dari usia
anak
pada saat itu. Sensitivitas atau kepekaan orang tua dan guru
seringkali
sangat membantu dalam deteksi dini. Orang tua atau guru yang melihat
adanya
kesenjangan yang konsisten antara kemampuan akademik anak dengan
kemampuan
rata-rata teman sekelasnya atau prestasi anak yang tidak kunjung
meningkat
walaupun pelajaran tambahan sudah diberikan, haruslah mulai berpikir
apa
yang sebenarnya terjadi dalam diri sang anak. Apalagi jika disertai
oleh
beberapa gejala di bawah ini ;.
o Untuk anak pra-sekolah ;
§ Keterlambatan berbicara jika dibandingkan anak seusianya
§ Adanya kesulitan dalam pengucapan kata
§ Kemampuan penguasaan jumlah kata yang minim
§ Seringkali tidak mampu menemukan kata yang sesuai untuk suatu
kalimat
§ Kesulitan untuk mempelajari dan mengenali angka, huruf dan
nama-nama hari dalam seminggu
§ Mengalami kesulitan dalam menghubung-hubungkan kata dalam suatu
kalimat
§ Kegelisahan yang sangat ekstrim dan mudah teralih perhatiannya
§ Kesulitan berinteraksi dengan anak seusianya
§ Menunjukkan kesulitan dalam mengikuti suatu petunjuk atau rutinitas
tertentu
§ Selalu menghindari permainan `puzzles'
§ Menghindari pelajaran menggambar atau prakarya tertentu seperti
menggun-ting
o Untuk anak usia sekolah
§ Mempunyai kemampuan daya ingat yang buruk
§ Selalu membuat kesalahan yang konsisten dalam mengeja dan membaca,
misalnya huruf b dibaca d, huruf m dibaca w, kesalahan transposisi
yaitu
kata roda dibaca dora
§ Lambat untuk mempelajari hubungan antara huruf dengan bunyi
pengucapannya
§ Bingung dengan operasionalisasi tanda-tanda dalam pelajaran
matematika, misalnya tidak dapat membedakan antara tanda – dengan +,
tanda
+ dengan x, dll
§ Sulit dalam mempelajari keterampilan baru, terutama yang
membutuhkan kemampuan daya ingat yang baik
§ Sangat aktif, tidak mampu menyelesaikan satu tugas/kegiatan
tertentu secara tuntas
§ Impulsif ( bertindak sebelum berpikir )
§ Sulit konsentrasi atau perhatiannya mudah teralih
§ Sering melakukan pelanggaran baik di sekolah atau di rumah
§ Tidak bertanggung jawab terhadap kewajibannya
§ Tidak mampu merencanakan kegiatan sehari-harinya
§ Problem emosional seperti mengasingkan diri, pemurung, mudah
tersinggung atau acuh terhadap lingkungannya
§ Menolak bersekolah
§ Mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk atau rutinitas tertentu
§ Ketidakstabilan dalam menggenggam pensil/pen
§ Kesulitan dalam mempelajari pengertian tentang hari / waktu

Jika orang tua atau guru menemukan beberapa gejala di atas maka
sebaiknya
dilakukan evaluasi oleh tenaga profesional seperti, dokter anak atau
psikiater anak atau tenaga profesional lainnya.

PEMERIKSAAN APA YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN ?

Pemeriksaan terhadap anak dengan kesulitan belajar sebaiknya
dilakukan oleh
suatu tim kerja terpadu yang meliputi berbagai disiplin ilmu,
seperti ;
1. Dokter anak
2. Psikiater anak
3. Psikolog
4. Orthopaedagog
5. dll
· Wawancara orang tua dan anak
o Riwayat kehamilan
o Riwayat perkembangan fisik dan mental anak
o Riwayat medik anak termasuk fungsi indera penglihatan dan
pendengaran
o Riwayat keluarga dan ada tidaknya perubahan struktur keluarga
o Usia mulai timbulnya kesulitan belajar
o Ada tidaknya masalah kelurga yang dapat memicu timbulnya kesulitan
belajar pada anak
o Apakah ada tanda-tanda pencenderaan pada anak, baik fisik, emosi
atau seksual
· Evaluasi anak oleh
o Dokter anak
Dokter anak merupakan dokter yang sering melakukan skrining awal
adanya
kesulitan belajar pada anak. Pemeriksaan fisik dan neurologi lengkap
biasanya telah dilakukan, termasuk pemeriksaan mata, pendengaran atau
kondisi medik lainnya bila diperlukan
o Psikiater anak
Melakukan pemeriksaan kondisi mental emosional anak. Evaluasi
perasaan anak
terhadap ketidakmampuan dalam memenuhi harapan sekolah atau orang
tuanya.
Observasi bagaimana interaksi anak dengan lingkungannya, harapan dan
cita-cita anak. Selain itu, melakukan analisa dan penyimpulan akan
adanya
gangguan psikiatrik lain yang menyertai kesulitan belajar
o Psikolog
Pemeriksaan oleh psikolog akan memberikan data mengenai sikap anak
dalam
menghadapi tugas dan tanggung jawabnya. Selain itu juga memberikan
masukan
mengenai fungsi kecerdasan, bakat dan minat anak secara keseluruhan.
o Guru
Informasi mengenai pola perilaku dan prestasi akademik anak di
sekolah,
khususnya di dalam kelas merupakan informasi yang penting diketahui.
Informasi ini tidak hanya penting dalam menegakkan diagnosis, tetapi
juga
dalam tindak lanjut dari penanganan yang akan dan telah diberikan
kepada anak.

DAMPAK KESULITAN BELAJAR
Kesulitan belajar yang terjadi pada seorang anak tidak hanya
berdampak bagi
pertumbuhan dan perkembangan anak saja, tetapi juga berdampak dalam
kehidupan keluarga dan juga dapat mempengaruhi interaksi anak dengan
lingkungannya. Sistim keluarga dapat mengalami disharmoni oleh karena
saling menyalahkan di antara ke dua orang tua. Orang tua merasa
frustrasi,
marah, kecewa, putus asa, merasa bersalah atau menolak, dengan
kondisi ini
justru membuat anak dengan kesulitan belajar merasa lebih terpojok
lagi.
Anak dengan kesulitan belajar seringkali menuding dirinya sebagai
anak yang
bodoh, lambat, berbeda dan keterbelakang. Mereka menjadi tegang,
malu,
rendah diri dan berperilaku nakal, agresif, impulsif atau bahkan
menyendiri/menarik diri untuk menutupi kekurangan pada dirinya.
Seringkali
mereka tampak sulit berinteraksi dengan teman-teman sebayanya, dan
lebih
mudah bagi mereka untuk bergaul dan bermain dengan anak-anak yang
mempunyai
usia lebih muda dari mereka. Hal ini menandakan terganggunya sistim
harga
diri anak. Kondisi ini merupakan sinyal bahwa anak membutuhkan
pertolongan
segera.


APAKAH KESULITAN BELAJAR DAPAT DIATASI ?

Walaupun gangguan yang terjadi pada sebagian otak sudah tidak dapat
diperbaiki lagi, tetapi masih ada bagian otak lain yang masih dapat
dirangsang untuk dapat berfungsi optimal. Oleh karena itu pemberian
terapi
haruslah sedini dan seoptimal mungkin, sehingga anak diharapkan dapat
mengejar apa yang menjadi kekurangannya selama ini. Penanganan yang
diberikan pada kasus anak dengan kesulitan belajar tergantung pada
hasil
pemeriksaan yang komprehensif dari tim kerja. Tim ini terdiri dari
berbagai
tenaga profesional ( sudah disebutkan di atas ) yang bekerja pada
suatu
klinik kesulitan belajar. Dengan demikian orang tua akan memperoleh
pelayanan `one stop assessment' yang mempermudah mereka dalam mencari
pertolongan untuk anaknya.
Penanganan yang diberikan pada anak dengan kesulitan belajar
meliputi ;
o Penatalaksanaan di bidang medis
o Penatalaksanaan di bidang pendidikan

· Penatalaksanaan di bidang medis
o Terapi obat
Pengobatan yang diberikan adalah sesuai dengan gangguan fisik atau
psikiatrik yang diderita oleh anak, misalnya ;
§ Berbagai kondisi depresi dapat diberikan obat gol. Antidepresan
§ GPPH diberikan obat gol. Psikostimulansia, misalnya Ritalin
§ Dll.

o Terapi perilaku
Terapi perilaku yang sering diberikan adalah modifikasi perilaku.
Dalam hal
ini anak akan mendapatkan penghargaan langsung jika ia dapat memenuhi
suatu
tugas atau tanggung jawab atau berperilaku positif tertentu. Di lain
pihak,
ia akan mendapatkan peringatan jika ia memperlihatkan perilaku
negatif.
Dengan adanya penghargaan dan peringatan langsung ini maka diharapkan
anak
dapat mengontrol perilaku negatif yang tidak dikehendaki, baik di
sekolah
atau di rumah.
o Psikoterapi suportif
Dapat diberikan kepada anak dan keluarganya. Tujuannya ialah untuk
memberi
pengertian dan pemahaman mengenai kesulitan yang ada, sehingga dapat
menimbulkan motivasi yang konsisten dalam usaha untuk memerangi
kesulitan
ini.
o Pendekatan psikososial lainnya ialah ;
§ Psikoedukasi orang tua dan guru
§ Pelatihan keterampilan sosial bagi anak
· Penatalaksanaan di bidang pendidikan
Dalam hal ini terapi yang paling efektif ialah terapi remedial, yaitu
bimbingan langsung oleh guru yang terlatih dalam mengatasi kesulitan
belajar anak. Guru remedial ini akan menyusun suatu metoda pengajaran
yang
sesuai bagi setiap anak. Mereka juga melatih anak untuk dapat belajar
dengan baik dengan tehnik-tehnik pembelajaran tertentu ( sesuai
dengan
jenis kesulitan belajar yang dihadapi anak ) yang sangat bermanfaat
bagi
anak dengan kesulitan belajar.


BAGAIMANA PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBANTU ANAK DENGAN KESULITAN
BELAJAR ?

Guru kelas biasanya tidak mempunyai waktu yang cukup untuk supervisi
bagi
setiap murid-muridnya. Di sini pentingnya mengapa anak memerlukan
bimbingan
belajar di luar jam sekolah. Ada orang tua yang mencarikan tenaga
guru
remedial bagi anaknya, namun ada juga yang mengerjakannya sendiri.
Dengan
demikian orang tua memainkan peranan yang penting dalam meningkatkan
prestasi belajar anaknya. Oleh karena itu ada beberapa petunjuk yang
perlu
diketahui oleh para orang tua ;
o Pilih waktu yang baik untuk belajar
o Pakai buku yang digunakan guru di sekolah
o Ciptakan suasana belajar yang nyaman dan tenang
o Melatih anak untuk mendiskusikan isi suatu buku dengan hanya
melihat judul buku/sampulnya sebelum anak mulai membaca
o Melatih anak untuk mengenal angka atau huruf dengan alat peraga
yang dapat diraba dan dengan warna-warna menarik
o Melatih anak untuk mengenal operasionalisasi tanda dalam matematika
dengan memberikan contoh-contoh dari kehidupan sehari-hari
o Hindari komentar yang negatif
o Berikan kesempatan kepada anak bila ingin mencoba menyelesaikan
pekerjaan rumahnya sendiri
o Membantu anak belajar sambil bermain


KESIMPULAN
· Kesulitan belajar merupakan keluhan sering dilontarkan oleh orang
tua.
· Berbagai gangguan psikiatrik seringkali mendasari timbulnya
kesulitan belajar pada anak, seperti retardasi mental, gangguan
tingkah
laku, GPPH dan gangguan depresif, dll
· Anak dengan kesulitan belajar akan mengalami penurunan kualitas
hidup, sehingga berdampak dalam pengembangan sumber daya manusia di
kemudian hari.
· Deteksi dini haruslah dilakukan oleh orang tua di rumah, maupun
guru di sekolah.
· Penanganan dilakukan oleh tenaga profesional seperti psikiater
anak, dokter anak, psikolog dan tenaga pendidik sehingga anak dapat
kembali berprestasi di sekolah dan menjadi sumber daya manusia yang tangguh
di kemudian hari.